Jumat, 27 Maret 2015

Tingkat Kesadaran dan Ketidaksadaran


                                                                                                     Disusun oleh
Sarka Ade Susana, SIP, S.Kep, M.A

Pengertian kesadaran :
            Kesadaran artinya dengan mawas diri ( awareness )
            Kesadaran bisa diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu memiliki kendali penuh terhadap stimulus internal maupun stimulus eksternal.

Macam kesadaran terhadap respon diri :
1.      Kesadaran Pasif
adalah keadaan individu bersikap menerima segala stimulus yang diberikan pada saat itu, baik stimulus internal maupun eksternal.
2.      Kesadaran Aktif
adalah kondisi seseorang menitikberatkan pada inisiatif dan mencari dan dapat menyeleksi stimulus stimulus yang diberikan.

Macam Kesadaran terhadap dimensi :
  • Weakfullnes
  • Consciousness
  • Awareness

Teori Kesadaran
Sigmund Freud
·         Teori ini menekankan pada alam sadar (Conscious Mind )
·         Freud menjelaskan bahwa alam sadar adalah satu-satunya bagian yang memiliki kontak langsung dengan realitas.
·         Kesadaran itu merupakan suatu bagian terkecil dari keseluruhan pikiran manusia, hal ini dapat diibaratkan seperti gunung es yang ada di bawah permukaan laut, dimana bongkahan es itu lebih besar di dalam ketimbang yang terlihat di permukaan.
Pra Sadar (Preconscious Mind) :
·         Pra sadar ini biasa disebut sebagai jembatan antara Conscious dan Unconscious.
·         Berisikan segala sesuatu sesuatu yang mudah dipanggil ke alam sadar.
Seperti  kenangan-kenangan walaupun tidak kita ingat ketika kita berpikir, tetapi dapat dengan mudah dipanggil lagi, atau seringkali disebut sebagai “ kenangan yang sudah tersedia  (available memory)

Kesadaran Struktur jiwa menurut Freud :
·         Lapisan kesadaran yang berisi hasil pengamatan manusia pada lingkungan sekitarnya.
·         Lapisan bawah sadar yang berisi hal-hal yang dilupakan dan akan muncul bila ada perangsang
·         Lapisan yang tidak disadari berisi kompleks-kompleks terdesak


Teori Kesadaran
Carl G. Jung

Ada 3 unsur kesadaran :
                          1. EGO
·         Ego merupakan jiwa sadar yg terjadi : persepsi, ingatan, pikiran dan perasaan sadar.
·         Ego bekerja pada tingkat conscious. Dari ego inilah lahir kesadaran identitas dan kontinuitas seseorang.

 2. Personal Unconscious
·         Wilayah yang berdekatan dengan ego
·         Berupa pengalaman - pengalaman yang  pernah disadari tetapi disupresi dan represi
·         Termasuk pengalaman yg kesannya lemah

3. Collective Unconscious
·         Gudang semua memori termasuk yang diwariskan dan primitif.

                               I.            Struktur Kesadaran
Mempunyai dua komponen pokok :
a.       Fungsi Jiwa
b.      Sikap Jiwa

* Yang dimaksud FUNGSI JIWA menurut Jung adalah suatu aktifitas kejiwaan yang secara teori tiada berubah dalam lingkungan yang berbeda-beda.
 * Jung membedakan 4 fungsi jiwa :
       Rasional :
a.  pikiran
b.  perasaan
Irasional :
c.  pendirian
d.  institusi
                        * penjelasan :
·         Pikiran bekerja dalam penilaian benar / salah
·         Perasaan menilai atas dasar menyenangkan atau tidak menyenangkan
·         Irrasional tidak memberikan penilaian melainkan semata - mata pengamatan dengan alam sadar
·         Institusi merupakan pendapat  pengamatan secara tak sadar naluriah

Yang dimaksud  SIKAP JIWA  adalah arah daripada energi psikis umum atau libido yang menjelma dalam bentuk orientasi manusia terhadap dunianya dapat keluar atau kedalam.
Berdasarkan sikap jiwa manusia digolongkan menjadi dua tipe :
·         Tipe Ekstrover
Sikap kesadaran yang mengarah keluar dirinya.
·          Tipe Introvert
Sikap kesadarannya mengarah kedalam diri manusia.

                            II.            Struktur Ketidaksadaran

Ketidaksadaran Pribadi
o   Diperoleh individu selama hidup meliputi hal - hal terdesak atau tertekan dan hal-hal yang terlupakan serta hal-hal yang teramati, terpikir dan terasa di bawah ambang kesadaran.

Ketidaksadaran Kolektif
o   Mengandung isi-isi yang diperoleh selama pertumbuhan jiwa seluruhnya
o   Merupakan endapan cara - cara reaksi kemanusiaan yang khas dalam menghadapi situasi - situasi ketakutan, bahaya, perjuangan, kelahiran, kematian
Perwujudan ketidaksadaran  :
            Symptom dan Kompleks
Merupakan gejala - gejala yang masih dapat di sadari, tanda bahaya yang memberi tahu bahwa ada sesuatu dalam kesadaran dan karenanya perlu perluasan ke alam tak sadar
Mimpi dan Khayalan
Merupakan pesan rahasia dari sang malam, mimpi mempunyai hukum sendiri dan bahasa sendiri, dalam mimpi soal - soal sebab akibat, ruang dan waktu tidak berlaku bahasanya bersifat lambang dan karena itu untuk memahaminya perlu ditafsirkan.

                          
Menurut Freud dan Adler mimpi dianggap sebagai hasil patologis yaitu penjelmaan angan-angan atau keinginan-keinginan yang tidak terealisasi. Mimpi kadang juga merupakan manifestasi dari ketidaksadaran kolektif dan mempunyai arti profesi
Archetypus
Merupakan bentuk-bentuk pendapat-pendapat instintif dan reaktif terhadap situasi tertenttu yang terjadi diluar kesadaran
                       
Bentuk khusus isi ketidaksadaran :
1.   Bayang-bayang
                        Yaitu segi lain atau bagian gelap daripada kepribadian, kekurangan yang tak disadari
2.   Proyeksi ; Imago
            Secara tidak sadar menempatkan isi - isi batin sendiri pada obyek-obyek diluar dirinya
3.  Animus & Anima


HIPNOSIS
1.  Teori Disosiasi
            Teori ini menyatakan bahwa hipnosis, seperti mimpi yang jelas melibatkan disosiasi (dissociation) yaitu terpisahnya kesadaran di mana satu bagian pikiran bekerja sendiri dan terlepas dari kesadaran lainnya.

2.  Teori Sosiokognitif
Teori ini menyatakan bahwa efek hipnosis merupakan hasil interaksi antara pengaruh sosial yang dimiliki penghipnosis ( bagian “ sosio ”) dan kemampuan, kepercayaan, serta harapan subjek
           
Gangguan Kesadaran

§  Narkolepsi
§  Somnambulisme
§  Sleep Paralysis



Kamis, 26 Maret 2015

Konsep Belajar


                                                                                                                        Disusun oleh
Eko Suryani, SPd, S.kep, M.A

Karakteristik hasil belajar:
  1. Intensional      : sengaja dan sadar dilakukan
  2. Positif              : sesuai dengan yang diharapkan oleh individu
3.         Efektif         : membawa efek yg relatif menetap dan sewaktu - waktu dapat  direproduksi

Teori Belajar
1.      Classical conditioning
a.       Eksperimen  seekor anjing
2.      Operant/instrumental conditioning
a.   Eksperimen Skinner
Teorinya  :   membedakan prilaku responden ( dikendalikan stimulus ) dengan prilaku operant ( dikendalikan kehendak )
Contoh eksperimen: tikus di dalam box, lampu kecil , tombol pengungkit, makanan
b.  Eksperimen Thorndike
              Eksperimen:  kucing dimasukkan ke dalam puzle box, belajar membuka salah satu pintu untuk medapatkan  makanan.
Prinsip experimenya :
* the law of effect 
* the law of exercise  
* the law of readiness
b.       Penguatan negative
Diberikan dengan  tujuan untuk meningkatkan frekuensi  terjadinya  prilaku  yang dikehendaki
Contoh eksperimen : kejutan listrik
c.        Hadiah dan hukuman
Prinsip experimenya :
*hadiah lebih berperan  sebagai  penguat
* hukuman juga dapat berfungsi:  optimal, segera, terdapat  alternative
3.      Kognitif
   a.  Eksperimen Koler
Prinsip: insight ( a-ha )
Eksperimen: Sultan, kotak kayu, pisang
b. Eksperimen Tolman
Prinsip: peta kognitif ( harapan )
Ekspeimen: tikus, lorong maze, makanan
4.       Modeling/ observasional learning
Pelopor            :  Bandura
Prinsip             :  karakteristik model lebih penting dibanding insentif

Faktor yg mempengaruhi belajar :
            1.   Intern
                   a.   Fisiologis        :  kondisi fisik, panca indera
       b.   Psikologis       :  bakat, minat,kecerdasan, motivasi, kemampuan kognitif

            2.    Ekstern
a.        Lingkungan          ;  alam, sosial,
b.      Instrumental          ;  kurikulum / bahan pelajaran, guru / pengajar,
c.       Sarana dan fasilitas
d.      Administrasi / manajemen

Cara belajar efisien :
v  Tentukan tujuan
v  Tempat belajar memadai
v  Optimalkan kondisi fisik
v  Buat rencana jadwal
v  Sela waktu istirahat
v  Temukan inti kalimat
v  Gunakan silent recitation
v  K/P gunakan whole methode
v  Baca cepat dan cermat
v  Resume


                        

Perilaku Manusia dalam kesehatan

                                                                                                                        Disusun Oleh
                                      Ns. Maryana, S.SiT.,S.Psi.,M.Kep

Perilaku Kesehatan :
            membahas tentang pribadi pasien secara utuh sebagai makhluk individu  dan sosial dengan segala aspeknya yang berkaitan dengan perjalanan penyakit dan proses pengobatan, perawatan dalam setting klinis.

Tujuan mahasiswa mengerti perilaku kesehatan adalah :
1.      Memahami pasien sebagai individu dengan memperhatikan aspek psikologis dan sosial yang terjadi, serta dampaknya terhadap perjalanan penyakit dan proses pengobatan
2.      Menganalisis situasi selama terjadinya interaksi antara pasien - dokter dan pengaruhnya terhadap kelancaran proses pengobatan
3.      Memahami dan menganalisis hubungan antara faktor resiko perilaku dan penyakit ( etiologi maupun proses pengobatannya )

Pendekatan bio-psiko-sosio-kultural-spiritual  à   pemecahan masalah kesehatan

Pasien dilakukan pendekatan bio – psiko – sosio – cultural - spiritual pada saat :
         Sejak awal  saat merasakan adanya gejala
         Pemeriksaan awal untuk penegakan diagnosis
         Diagnosis
         Proses pengobatan
         Proses pemulihan
         Menghadapi kemungkinan terburuk

Yang melakukan pendekatan tersebut adalah
1. Dokter
2. Perawat
3. Petugas kesehatan lain . e.x : ahli gizi
4. Psikolog
5. Profesi lain yang berkaitan dengan kesehatan
6. Keluarga

Pendekatan Transdisiplin
Ø  Berbagai disiplin / profesi duduk bersama mendiskusikan masalah dan membawa pemahaman dan perspektif atas disiplin yang relevan
Ø  Bekerja dalam satu tim
Ø  Hasilnya terintegrasi yang dapat dimanfaatkan secara nyaman oleh berbagai disiplin yang bekerja sama

Tim Transdisiplin akan sukses jika :
Ø  Hindari elitisme disiplin
Ø  Komitmen dari semua anggota tim
Ø  Prioritas pada pemecahan masalah
Ø  Komitmen pada proses transdisiplin
Ø  Komposisi yang tepat antar disiplin
Ø  Audit yang baik pada proses rekrutmen  anggota tim
Ø  Pendidikan bagi masing-masing disiplin yang terkalit
Ø  Berusaha salingmemahami ilmu, cara/pola kerja masing-masing disiplin
Ø  Saling menghormati masing-masing disiplin
Ø  Membina hubungan kerja yang optimal